CINTA MONYET?
(Ceritakan kisah yang kerap teringat tentang 'Cinta Monyet' yang kamu alami sewaktu kecil)
Ketika diminta menulis
tentang ‘Cinta Monyet’, aku saja tak paham apa itu cinta monyet. Banyak temanku
yang mengatakan kalau cinta monyet itu, definisi cinta anak kecil yang hanya
karena suka atau kagum semata. Dan cerita yang akan ku tulis inipun, aku tak tahu
itu cinta monyet atau bukan. Cerita tentang kekagumanku pada teman masa
kecilku.
Ceritaku dimulai di
tahun ajaran baru 2009/2010. Aku mulai memperhatikannya sejak penglihatanku
menangkap sosoknya yang duduk sendiri di meja sudut kelas. Di saat teman-teman
di sekitarnya sibuk dengan cerita liburan, dia hanya diam. Aku terus
memperhatikannya, mengingat wajahnya yang tak asing. Namun, aku belum juga
berhasil mengingat dimana aku pernah bertemu dengannya. Karena dia bukan
temanku dari kelas sebelumnya. Dia tetap menyimpan kepalanya di lekukan
tangannya di atas meja. Tak memperdulikan kelas yang semakin gaduh.
“Hey, kau memperhatikan
siapa?” Sebuah suara mengalihkan atensiku.
“Eh.” Aku sedikit
terkejut dengan Rino, salah satu
temanku, yang sudah berdiri di samping mejaku. “Kau mengenal dia? Rasanya aku tak
asing dengan wajahnya.” Ku putuskan bertanya, daripada aku semakin penasaran.
“Dia kan Sakti. Ya
jelaslah kau tak asing dengannya, kita bertetangga. Rumahnya tepat di samping
rumahku. Ketika kau main ke rumahku, kau juga pasti bertemui dengannya.” Jawab
Rino santai.
“Hah? Sakti? Bukannya
dia kakak kelas kita?” Ya, Sakti tetangga Rino yang aku tahu satu tahun di
atasku.
“Ya. Seharusnya begitu.
Tapi, satu tahun kemarin dia mengalami musibah. Jadi terpaksa mengulang bersama
kita.” Jelas Rino. Aku hanya mengangguk paham. “Nanti aku kenalkan padanya. Dan
mulai nanti, kita pulang tidak hanya berdua.” Ucap Rino kemudian langsung pergi
ke tempat duduknya karena seorang guru wanita berambut pendek sudah masuk
kelas.
Siangnya, seperti yang
dijanjikan Rino, dia mengenalkanku pada Sakti. Dan mulai hari itu juga, kita
selalu bertiga. Aku, Rino dan Sakti. Dari mulai belajar kelompok, pergi sekolah
bahkan pergi kemanapun kita selalu bertiga. Aku semakin akrab dengannya. Aku
menemukan banyak cerita tentang dirinya. Entah kenapa ada sebuah rasa yang
muncul. Seperti perasaan kagum, selalu ingin bersama sampai mendapatkan
senyumnya menjadi prioritas utama. Kemudian sebuah pertanyaan mendatangi
pikiranku. Apa aku suka dengannya?
Aku selalu tertawa
mengingat masa-masa itu. Aku yang pernah berpikir menyukainya. Meski aku saat
itu tak berani mengungkapkan apa yang ku rasa. Dan status kita tak pernah
berubah. Namun, pertanyaan ‘apa aku suka dengannya’ itu hilang ketika dia
mengenalkan seorang cewek sebagai pacarnya. Dan aku baik-baik saja. Tak
merasakan sakit hati seperti apa yang aku baca dalam novel-novel remaja ketika
mendapatkan orang yang disuka menyukai orang lain.
Itu kisahku mengagumi
seseorang untuk pertama kali. Aku tak tahu itu disebut cinta monyet atau bukan.
Sampai sekarang, kita masih dekat. Kita masih bersahabat. Intinya kita masih
sama seperti saat Rino mengenalkan kita berdua delapan tahun silam. Yang
berbeda, aku yang masih sendiri tapi dia sudah berganti pasangan entah berapa
kali.
~~Febriaz~~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar